Our Right To Be Independent | Members area : Register | Sign in

Orbit Update News

Kemensos Ingatkan Penanganan Narkoba Harus Melibatkan Seluruh Komponen Bangsa

Share this history on :


http://kabargress.com/wp-content/uploads/2017/07/Rumah-Sehat-Orbit-Surabaya-SOS-di-Jalan-Margeorejo-Utara-B-No-922-Surabaya-1.jpgSurabaya, KabarGRESS.com – Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif) Kementerian Sosial (Kemensos), Drs. Budi Waskito Kusumo, M.Si, mengingatkan masalah narkoba adalah masalah besar sehingga seluruh komponen bangsa harus terlibat mengatasinya. “Kondisi geografis kita memungkinkan banyak pintu hingga berbagai jenis narkoba masuk. Adanya Rumah Sehat Orbit Surabaya memiliki manfaat strategis dalam upaya pencegahan dan penanganannya,” tandasnya di sela-sela menghadiri pembukaan fasilitas Rehabilitasi Narkoba Rumah Sehat Orbit Surabaya (Rumah S.O.S), di Jl Margorejo Indah Utara B No 922 Surabaya, Jumat (21/7/2017).

Diantaranya alur masuknya narkoba dari luar negeri, lanjut Budi, misalnya dari Tiongkok – Kalimantan – Madura lantas beredar luas. “Jadi Jawa Timur harus waspada terhadap upaya masuknya narkoba. Penggunanya pun sangat meluas hingga ke berbagai kalangan. Bahkan ibu-ibu rumahtanggapun tidak lepas dari sasaran peredaran narkoba,” ingatnya.
 
 http://kabargress.com/wp-content/uploads/2017/07/Drs.-Budi-Waskito-Kusumo-M.Si_.jpg
Rumah S.O.S sendiri merupakan rehabilitasi Narkoba yang dikembangkan masyarakat sipil dengan latar belakang komunitas korban Narkoba untuk terlibat aktif dalam upaya penanggulangan Narkoba yang memperoleh dukungan penuh dari Pemerintah khususnya oleh Pemerintah Kota, Kemensos dan BNN. Tampak hadir di acara pembukaan, diantaranya perwakilan dari Pemkot Surabaya, Kepala BNN Kota Surabaya, Direktur Yayasan Orbit juga jajaran kepolisian (Polrestabes dan Polsek), Kejaksaan, BNNK, Bapas, Dinas terkait, dan lainnya.

Direktur Program Rumah S.O.S, Syamsoel Arifin, SH, mengatakan diantara tujuan dibukanya rumah rehabilitasi korban narkoba, disamping terapi penyembuhan, perubahan perilaku, juga menjadikan para korban ada perubahan kualitas hidup yang lebih baik. “Kami berharap dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat, seluruh kalangan, dan semua yang ikut berperan aktif menanggulangi permasalahan narkotika,” katanya.

 Sedangkan Ketua Pembina Rumah S.O.S., Rudhy Wedhasmara, SH, MH, menjelaskan rumah sehat ini dibangun seiring dengan meningkatkan jumlah korban penyalahgunaan narkotika. Di bawah yayasannya jumlah orang yang direhabilitasipun semakin tahun semakin meningkat. “Kami rata-rata per tahun menangani sebanyak 100 hingga 150 orang. Baik itu yang minta direhabilitasi sampai yang direhab karena putusan pengadilan. Dan trennya saat ini yang banyak adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun dibandingkan yang dewasa,” terangnya.

Namun yang ia sayangkan kesadaran lingkungan pada pelaku penyalahgunaan narkotika masih rendah. Banyak masyarakat yang cenderung menjauhi pengguna narkotika. Bukan malah mencoba untuk membawanya ke tempat rehabiilitasi. Untuk itu, sebagai mantan pengguna narkotika yang sudah sembuh, Rudhy dan kawan lain di Yayasan Orbit ingin membantu para pecandu narkotika untuk bisa sembuh.

“Sebagai mantan pengguna kami memiliki sense of belonging yang menjadikan kami lebih dekat dengan mereka dan mencoba membantu mereka untuk bisa lepas dari candu narkotika,” tekadnya.
Masih menurut Rudhy, ada beberapa tahapan untuk bisa direhabilitasi di Rumah SOS ini. Yang pertama dilakukan assesment pada pengguna. Assesment ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keparahan kecanduan pada pengguna. “Berikutnya kami melakukan perencanaan terapi. Jadi kami tiddak langsung direct teraphy, tapi kami lakukan komunikasi juga ke mereka berapa kali harus ketemu dengan psikolog,” terangnya.

Di rumah SOS ini disediakan tenaga medis. Mulai dokter, pendamping konselor, psikiater, psikolog dan juga pekerja sosial. Jumlahnya ada sekitar sebelas orang. Pengguna yang menjalani rehabillitasi disini lewat rawat jalan atau dengan rawat inap. “Disini kami memiliki kapasitas 50 bed. Siklus rehab kami ada tiga bulan. Setiap tiga bulan itu kami evaluasi untuk setiap peserta rehab,” tukasnya.
Selama menjadi rehabilitasi disini, Rumah SOS tidak mematok biaya tertentu. Mereka juga mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial, namun untuk kuota sebanyak 40. Namun pihaknya menjamin bagi warga miskin yang memiliki Surat Tanda Miskin tidak akan dikenai biaya untuk menjali rehabilitasi. “Metode rehabilitasi disini selain metode medis juga pendekatan dari agama,” pungkasnya. (ro)


http://kabargress.com/2017/07/21/kemensos-ingatkan-penanganan-narkoba-harus-melibatkan-seluruh-komponen-bangsa/
Thank you for visited us, Have a question ? Contact on : info@orbit.or.id
Please leave your comment below. Thank you and hope you enjoyed...

0 comments:

Post a Comment