Our Right To Be Independent | Members area : Register | Sign in

Orbit Update News

Bangun Rumah Sehat, Yayasan Orbit Bantu Rehabilitasi Pengguna Narkotika

Share this history on :
http://cdn2.tstatic.net/surabaya/foto/bank/images/rumah-sehat-yayasan-orbit-surabaya_20170721_210018.jpgPara korban Napza menulis pernyataan tidak akan kembali lagi jatuh ke pengaruh penyalahgunaan narkoba di Yayasan Orbit Surabaya usai peresmian Rumah Rehab yang diberi nama Rumah Sehat Orbit Surabaya untuk merehab para korban Napza (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif) di Perumahan Margorejo Indah Utara Blok B No 922, Jumat (21/7). Rumah rehab terdiri dari lima kamar ini berkapasitas 40 orang itu untuk para penyalahguna narkoba dibina intensif selama 3 bulan sampai pulih dari ketergantungan narkoba. 


SURYA.co.id | SURABAYA – Raut YS tampak sumringah saat acara pembukaan Rumah Sehat Orbit Surabaya (RSOS) di Jalan Margeorejo Utara B No 922.

Gadis usia 16 tahun ini adalah satu-satunya perempuan yang kini menjalani rehabilitasi untuk lepas dari zat aditif sabu-sabu.

Sejak dua bulan lalu ia sudah menjalani rehabilitasi bersama 25 temannya di bawah Yayasan Orbit Surabaya. Sebelum pindah ke Margorejo, YS mengaku sehari-harinya ia menjalani terapi di bilangan Pandugo, Rungkut.

“Aku mulai pakai sabu-sabu tiga bulanan yang lalu. Nggak pakai beli, aku ikut bandar. Setiap bandar makai sabu, aku juga ikut makai,” ucap anak yang sudah putus sekolah dari SD ini.

YS mengaku lingkungannya lah yang membawanya kenal dengan barang haram tersebut. Sejak menjadi pecandu, ia mengaku banyak yang berubah pada dirinya.

“Aku jadi emosian, sering bertengkar sama empat saudaraku, sampai-sampai aku diusir sama orang tua,” kata gadis berambut pendek sebahu ini.

Apalagi sejak orang tuanya mengetahui bahwa anaknya sudah lama menggunakan sabu-sabu, tidak hanya marah. Ia bahkan tidak diterima saat pulang ke rumahnya.

Hal itu membuat YS kecewa hingga akhirnya meminta untuk direhabilitasi di Yayasan Orbit. Selama dua bulan melajani rehab dirasakan YS, sudah banyak perubahan yang ia rasakan.

“Aku jadi disiplin. Aku bisa bangun pagi untuk salat subuh. Sudah mulai lupa untuk harus konsumsi sabu-sabu,” ucapnya.

Menurutnya, metode rehabilitasi yang ia terima adalah pendekatan keagamaan. Setiap mulai ketagihan ia diajak mengaji dan diberi buku bacaan yang ada di rumah sehat mereka. Setelah tahu rasanya kecanduan dan sakit ia meminta anak-anak seusianya untuk tidak mencoba barang narkotikan seperti dirinya.

Klien Kian Banyak
Pembina Rumah SOS Rudhy Wedhasmara mengatakan rumah sehat ini dibangun seiring dengan meningkatkan jumlah korban penyalahgunaan narkotika. Di bawah yayasannya jumlah orang yang direhabilitasi pun semakin tahun semakin meningkat.

“Kami rata-rata per tahun menangani sebanyak 100 hingga 150 orang. Baik itu yang minta direhabilitasi sampai yang direhab karena putusan pengadilan. Dan trennya saat ini yang banyak adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun dibandingkan yang dewasa,” ucap Rudhy, usai acara pembukaan Rumah SOS.

Namun yang ia sayangkan kesadaran lingkungan pada pelaku penyalahgunaan narkotika masih rendah. Banyak masyarakat yang cenderung menjauhi pengguna narkotika. Bukan malah mencoba untuk membawanya ke tempat rehabiilitasi.

Untuk itu, sebagai mantan pengguna narkotika yang sudah sembuh, Rudhy dan kawan lain di Yayasan Orbit ingin membantu para pecandu narkotika untuk bisa sembuh.

“Sebagai mantan pengguna kami memiliki sense of belonging yang menjadikan kami lebih dekat dengan mereka dan mencoba membantu mereka untuk bisa lepas dari candu narkotika,” kata Rudhy.
Menurutnya, ada beberapa tahapan untuk bisa direhabilitasi di Rumah SOS ini. Yang pertama adalah dilakukan assesment pada pengguna. Assesment ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keparahan kecanduan pada pengguna.

“Berikutnya kami melakukan perencanaan terapi. Jadi kami tidak langsung direct teraphy, tapi kami lakukan komunikasi juga ke mereka berapa kali harus ketemu dengan psikolog,” ulasnya.

Di rumah SOS ini disediakan tenaga medis. Mulai dokter, pendamping konselor, psikiater, psikolog dan juga pekerja sosial. Jumlahnya ada sekitar sebelas orang. Pengguna yang menjalani rehabillitasi di sini lewat rawat jalan atau dengan rawat inap.

“Di sini kami memiliki kapasitas 50 bed. Siklus rehab kami ada tiga bulan. Setiap tiga bulan itu kami evaluasi untuk setiap peserta rehab,” ucap Rudhy.

Selama menjadi rehabilitasi di sini, Rumah SOS tidak mematok biaya tertentu. Mereka juga mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial, namun untuk kuota sebanyak 40. Namun pihaknya menjamin bagi warga miskin yang memiliki Surat Tanda Miskin tidak akan dikenai biaya untuk menjali rehabilitasi.

http://surabaya.tribunnews.com/2017/07/21/bangun-rumah-sehat-yayasan-orbit-bantu-rehabilitasi-pengguna-narkotika?page=all


Nb: Sedikit revisi untuk siklus program rawat inap ada 3bulan untuk rawat inap dilanjutkan 2bulan halfway house dan sebulan aftercare. Untuk rawat jalan melalui 12 kali pertemuan dengan berbagai agenda termasuk konseling dan sebagainya.
Thank you for visited us, Have a question ? Contact on : info@orbit.or.id
Please leave your comment below. Thank you and hope you enjoyed...

0 comments:

Post a Comment