Our Right To Be Independent | Members area : Register | Sign in

Orbit Update News

Surabaya Teratas Pengguna Napza Suntik di Jatim

Share this history on :
Minggu, 27 Februari 2011 14:56:49 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.


Surabaya (beritajatim.com) - Yayasan Orbit Surabaya (LSM yang bergerak mengentas pengguna narkoba suntik) mengumumkan masih ada 4.359 orang pengguna Napza suntik (penasun) di Surabaya hingga saat ini.

Pengguna narkoba suntik itu penyumbang kontribusi terbesar dalam hal penularan HIV/AIDS, yakni angka prevalensi sebesar 40,2 persen. Ini lebih besar kontribusinya dibandingkan penularan melalui hubungan seksual dari waria, gay atau PSK.

Direktur Program Yayasan Orbit Rudhy Wedhaswara kepada wartawan di markasnya, Jl Bratang Binangun V C/54 Surabaya, Minggu (27/2/2011) mengatakan, dalam satu tahun 50 pengguna napza suntik meninggal dunia. Dan mayoritas akibat menderita penyakit HIV/AIDS.

"Kami mencoba menekan jumlah itu dengan melakukan perubahan perilaku dan perubahan kebijakan pada sistem hukum bagi pengguna narkoba suntik. Harus diminimalisir sedikit mungkin agar pengguna napza suntik tidak menularkan orang lain atau pasangannya," tegasnya.

Menurut pria yang akrab dipanggil Rudhy Sinyo ini, ada 12 kantong kecamatan pengguna narkoba suntik di Surabaya yang menjadi sasaran wilayah kerjanya. Yakni, Krembangan, Semampir, Sukolilo, Rungkut, Tenggilis, Tambaksari, Gubeng, Gayungan, Wonokromo, Sawahan, Tandes dan Tegalsari.

Sayangnya, dari jumlah itu hanya ada 5 wilayah yang memiliki pelayanan kesehatan bagi pengguna narkoba suntik, yakni di Krembangan, Rungkut, Tenggilis, Tandes, dan Sawahan.

"Mereka di wilayah yang memiliki pelayanan kesehatan, bisa mendapatkan metadon (heroin sintetis, red) untuk terapi mengurangi pemakaian narkoba suntik," imbuh Rudhy yang juga mantan pecandu narkoba suntik selama 8 tahun ini dan berhasil sembuh.

Yayasan Orbit memiliki target sebanyak 400 orang pengguna napza suntik dan 80 pasangannya yang akan dijangkau dan didampingi dalam proses penyembuhannya. Mereka pengguna yang awalnya menyuntik narkoba sehari sekali, bisa ditekan berkurang seminggu sekali, sebulan sekali hingga lepas dari barang haram itu.

Berdasarkan data yang dimilikinya, pengguna napza suntik di Jatim sebanyak 27 ribu orang, terbesar ada di Surabaya (4.359 orang), Kota Malang (3.249), Sidoarjo (2.006), Kota Kediri (1.326) dan Banyuwangi (1.009).

Wilayah peredaran narkoba suntik di Surabaya ada di kawasan Peneleh, Semut Kali, Bagong Ginayan, Jagalan dan Kapas Madya.

Sebenarnya ada empat lokasi rehabilitasi bagi korban narkoba suntik di Surabaya, yakni RSJ Menur (milik pemprov), Panti Rehabilitasi Yakita (Dukuh Menanggal), Ponpes Inabah Suryalaya Semampir dan Panti Anak Nakal dan Ketergantungan Narkoba Balongsari (milik Dinsos Jatim). Sayangnya, kalau ingin berobat di RSJ Menur, mereka harus benar-benar dinyatakan gila dulu baru bisa dirawat.

Yayasan Orbit telah berkoordinasi dengan Badan Narkotika Kota (BNK) Surabaya dan jajaran Polsek se-Surabaya dalam penanganan kesehatan pecandu narkoba suntik. Artinya, proses hukum terus berjalan bagi mereka yang tertangkap berbuat kriminal, tapi pelayanan kesehatan terus bisa diberikan.

"Pengguna narkoba suntik yang mengidap HIV/AIDS harus terus mengkonsumsi obat ARV tidak boleh berhenti. Tapi penyidik kepolisian dan pihak Lapas kadang masih melarangnya, khawatir itu adalah narkoba. Sama halnya dengan terapi metadon yang harus diberikan bagi pengguna narkoba suntik, juga harus dikonsumsi meski mereka ada dalam tahanan penjara," pungkasnya.[tok/ted]

(Sumber: http://www.beritajatim.com/detailnews.php/4/Hukum_&_Kriminal/2011-02-27/94046/Surabaya_Teratas_Pengguna_Napza_Suntik_di_Jatim)
Thank you for visited us, Have a question ? Contact on : info@orbit.or.id
Please leave your comment below. Thank you and hope you enjoyed...

0 comments:

Post a Comment