Our Right To Be Independent | Members area : Register | Sign in

Orbit Update News

Pecandu narkoba tembus 27 ribu

Share this history on :
DUTA MASYARAKAT, 28 Februari 2011

SURABAYA-Angka pecandu narkoba jenis suntik di Surabaya tergolong cukup tinggi, yakni mencapai 4.359 orang. Dari angka itu, Surabaya merupakan kabupaten/kota penyumbang angka tertinggi se Jatim yang mencapai 27 ribu orang pecandu narkoba jenis suntik.

Hasil mengejutkan itu dirilis oleh Yayasan Orbit Surabaya yang kerap memberikan pendampingan terhadap proses rehabilitasi korban narkoba di Jatim. “Tertinggi kedua adalah Malang dengan 3.249 orang. Setelah itu, Sidoarjo dengan 2006 orang, Kota Kediri 1326 orang dan Banyuwangi 1009 orang,” tutur Direktur Program Yayasan Orbit, Rudhy Wedhaswara, Minggu (27/2).

Rudhy menjelaskan, pecandu narkoba suntik menjadi penyumbang terbesar dalam hal penularan HIV/AIDS di Jatim. “Selain itu, penyumbang terbesar berasal dari kalangan kaum gay dan PSK,” katanya.

Tingkat kematian pecandu narkoba suntik di Jatim, kata Rudhy tergolong cukup tinggi. Dalam setahun terakhir tercatat sebanyak 50 pecandu narkoba suntik meninggal karena menderita penyakit HIV/AIDS. Sedangkan di Surabaya, dalam setahun terakhir teracatat sebanyak 31 orang pecandu meninggal.

Di Surabaya sendiri, lanjutnya, terdapat 12 kecamatan yang menjadi kantong pecandu narkoba suntik dan menjadi sasaran wilayah kerja Yayasan Orbit. Di antaranya, Krembangan, Semampir, Sukolilo, Rungkut, Tenggilis, Tambaksari, Gubeng, Gayungan, Wonokromo, Sawahan, Tandes dan Tegalsari.

“Daerah kantong peredaran putaw (jenis narkoba suntik) adalah Bagong, Pucangan, Semut, Jagalan dan Kapas Madya. Sedangkan untuk peredaran ganja dan sabu-sabu (SS) hampir merata diseluruh kecamatan yang ada di Surabaya,” ungkap mantan pecandu narkoba suntik yang sudah berhentik sejak 8 tahun lalu.

Akses layanan kesehatan bagi para pecandu tergolong masih minim. Dari 31 kecamatan, hanya 6 puskesmas tingkat kecamatan yang menyediakan layanan bagi pecandu narkoba suntik. Yakni, Krembangan, Rungkut, Tenggilis, Wonokromo, Sawahan dan Tandes.

“Di enam puskesmas itu para pecandu bisa mendapatkan metadon (heroin sintetis, red) untuk terapi mengurangi pemakaian narkoba suntik, cukup dengan membayar Rp 5 ribu untuk tiket berobat,” terang Rudhy.

Sebenarnya, kata Rudhy, ada empat lokasi rehabilitasi bagi korban narkoba suntik di Surabaya, yakni RSJ Menur, Panti Rehabilitasi Yakita Dukuh Menanggal, Ponpes Inabah Suryalaya Semampir dan Panti Anak Nakal dan Ketergantungan Narkoba Balongsari.

“Pecandu napza yang mau mengikuti program rehabilitasi di tempat-tempat rehabilitasi itu alasannya beragam. Seperti, untuk pelarian dari kejaran polisi karena menjadi DPO maupun TO, capek dengan rutinitas, sudah tak mampu beli dan memang ingin berhenti. Kebanyakan mereka lebih suka memilih program rehabilitasi yang waktunya singkat dan tidak harus mondok,” ungkap Rudhy.

(Sumber:http://www.dutamasyarakat.com/artikel-33851-pecandu-narkoba-tembus-27-ribu.html )
Thank you for visited us, Have a question ? Contact on : info@orbit.or.id
Please leave your comment below. Thank you and hope you enjoyed...

0 comments:

Post a Comment