Our Right To Be Independent | Members area : Register | Sign in

Orbit Update News

Maraknya Penyalahgunaan Subutex

Share this history on :
SURABAYA - Pemerintah dianggap tidak tegas dalam mengatasi maraknya penyalahgunaan subutex yang berfungsi sebagai obat untuk mengatasi gejala kecanduan heroin.

"Sebenarnya pemerintah mengetahui maraknya penyalahgunaan subutex ini, tapi tanpa ada tindakan apa pun," kata Direktur Yayasan Orbit, Rudhy Wedhasmara, di Surabaya, Minggu.

Ia menjelaskan, penyalahgunaan buprenorfin mereka "subutex" bukan rahasia lagi di kalangan pasien terapi pencandu narkoba.

"Ditinjau dari segi hukum, masalah ini bukan terletak pada pengguna narkoba. Akan tetapi penyedia layanan dan dokter yang memberikan rekomendasi penggunaan subutex," katanya.

Menurut dia, penyedia layanan dan dokter sering kali mengizinkan pasien terapi pencandu narkoba membawa pulang dosis subutex tanpa mengontrol penggunaannya.

"Padahal subutex itu hanya boleh diminum di depan penyedia layanan atau dokter yang memberikan dosis itu. Jadi, tidak boleh dibawa pulang sebagaimana tertera dalam Pasal 3 dan Pasal 5 Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)," kata direktur lembaga swadaya masyarakat yang berkecimpung dalam gerakan pengurangan dampak buruk HIV/AIDS itu.

Pasien terapi pencandu narkoba di Kota Surabaya yang selama ini mengonsumsi subutex mencapai ratusan orang.

Bahkan di beberapa daerah di Jawa Timur, subutex justru diperjualbelikan di pasar bebas. Paket setengah miligram dapat mudah diperoleh dari pengedar yang memotong-motong tablet subutex untuk diperjualbelikan.

"Parahnya lagi, remahan potongan yang menempel di pisau pun laku dijual dengan harga paket hemat," kata Rudhy mengungkapkan.

Harga subutex dosis dua miligram hanya Rp13.000,00-15.000,00. Namun oleh penyedia layanan atau dokter dijual seharga Rp30.000,00.

"Tentu saja keuntungannya menggiurkan. Begitu juga dosis delapan miligram dari pabrik hanya Rp30.000,00 kemudian oleh penyedia layanan dijual seharga Rp80.000,00," katanya.

Penggunaan tablet subutex biasa dilakukan oleh pasien pencandu narkoba dengan cara dilarutkan cairan di bawah lidah.

Namun sering kali disalahgunakan dengan cara disuntikan oleh penyedia layanan atau dokter.

"Pihak kepolisian sebenarnya tahu kalau subutex disalahgunakan, namun mereka tidak kuasa untuk menindaknya," katanya.

Menurut Rudhy, penyalahgunaan subutex dapat mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah, abses, stroke, dan penyebaran virus. (banjarmasinpost)
Thank you for visited us, Have a question ? Contact on : info@orbit.or.id
Please leave your comment below. Thank you and hope you enjoyed...

7 comments:

Anonymous said...

sebagai mantan pengguna subutex(sbt),saya sgt setuju kl penjualan/peredaran sbt dihentikan seperti skrng ini.selain sdh bnyk jth korban jiwa,teman2 yg lumpuh/cacat jg bnyk.tp teman2 jgn cm puas dgn dihentikannya penjualan oleh dr.handoko,tolong perhatikan jg teman2 yg tdk bs beraktifitas dgn normal krn tdk memakai SBT.alangkah lebih baiknya sebelum dihentikannya penjualan SBT teman2 pengguna SBT diarahkan utk beralih ke terapi metadon yg lbh kecil resikonnya.saya pernah mengajak beberapa teman utk beralih ke metadon,tp yg jd kendala teman2 pengguna SBT tdk mau beralih ke metadon adlh mrk keberatan mengeluarkan biaya utk tes urine.bagaimana kl ORBIT sbg LSM yg peduli dgn teman2 pecandu mempelopori utk memberi bantuan uang utk membayar tes urine,mungkin setiap anak diberi bantuan 1/3 dr biaya.saya yakin teman2 komunitas metadon pasti jg mau urun serta membantu,mungkin dgn menyisihkan sebesar Rp.5000.walaupun jumlahnya tdk seberapa saya yakin teman2 pengguna S.BT akan lebih berminat

Orbit said...

Dear Anonymous,kami tidak menghendaki layanan Buprenorfin ini di tutup, melainkan layanan di berikan secara prosedural. Layanan Buprenorfin masih tersedia di kota Surabaya dan saat ini telah sesuai dengan prosedural.

Jika teman2 Subutex menghendaki untuk beralih ikut ke Metadon dengan bantuan Orbit dalam regristrasi maupun biaya 1/3 test Urine, kami akan mengusahakan. Semua bisa di komunikasikan dengan manajemen kami. Silahkan hubungi kami...

Tinggal, ini merupakan pilihan, kami kembalikan hal ini ke teman-teman Subutex!!.

lukas said...

ya.. harapannya sih dicarikan solusi yang lbh baik,karena bagaimana pun gak semuanya yg memakai layanan subutex iyu disalahgunakan,ada pula yang benar2 niat mengunakannya sbg sarana detox..(bukan disalahgunakan)

Syam said...

Betul, layanan Subutex kan masih ada, kemana aja bro...

maen2 lah kesini, btw, warungmu sing nyangkrui maleh akeh yo arek2e.

Anonymous said...

hai g pasien subutek dr.sugianto tp skrg domisili g d waru sidoarjo,g cm mau tanya alamat layanan subutek d daerah sidoarjo atau surabaya...???thanks

Anonymous said...

aku maw order subutex,kira2 ada yg bisa bantu ga dmna yg masi jual ?? kalo ada tolong hubungi saya ..

rico : 085730010355
thanks..

Anonymous said...

pada tutup semua layanan subutex, coba aja metadon

Post a Comment