Our Right To Be Independent | Members area : Register | Sign in

Orbit Update News

Galeri Suntik di Penyedia Layanan Subutex

Share this history on :


Surabaya – Cari tempat untuk menyuntik secara semi legal?, silahkan datang ke penyedia layanan praktek dokter di bilangan Pucang Anom, Surabaya timur. Penyedia layanan yang buka tiap hari ini menyediakan layanan Subutex pada pagi dan siang. Layanan Subutex yang seharusnya penggunaannya melalui mulut ini digunakan secara suntik langsung di tempat penyedia layanan. Cara mendapatkannya pun cukup mudah. Tinggal periksa ke dokternya pada waktu malam hari di jam praktek dengan mengeluarkan ongkos 50 ribu. Esoknya, Subutex bisa di dapatkan dari perawat melalui jendela bertralis. Pilihan menunya bermacam-macam. Subutex dengan dosis 2 mg seharga 30 ribu dan 8 mg seharga 80 ribu. Menariknya, resep juga diperjualbelikan oleh perawatnya tanpa periksa ke dokter. Resep codein, obat tidur dan obat penenang bisa didapatkan dengan menyerahkan uang antara 10-20 ribu tergantung resep yang diminta pasien. Luarbiasanya, pihak kepolisian dan pemerintahpun tenang-tenang saja meski mengetahui hal ini. (SIN-yo)
Thank you for visited us, Have a question ? Contact on : info@orbit.or.id
Please leave your comment below. Thank you and hope you enjoyed...

5 comments:

syamsul said...

fenomena penyuntikan subutex ini sebenarnya sudah lama sekali terjadi antara 6-8 tahun yang lalu yang pada saat itu yang menjadi penyedia layanan dalam hal ini dokter terkait masih sangat sedikit dan cukup hati2 sesuai dengan SOP ( standart operasional prosedur)
tetapi saat ini dengan semakin sulitnya mendapatkan putaw/barang maka di tambah semakin maraknya penangkapan yang di lakukan oleh pihak aparat kepolisian menjadikan para penasun beralih kepada penyuntikan subutex dengan pertimbangan mudah di dapat, harga yang murah, dan yang paling penting itu adalah LEGAL meskipun itu sebenarnya ada sebuah penyalagunaan. di sini yang perlu sama-sama kita cermati adalah bagaimana itu bisa terjadi penyuntikan di tempat penyedia layanan, bukankah ini berarti ada sebuah pembiaran yang di lakukan oleh Dokter terkait lalu bagaimana standart prosedur yang di lakukan oleh dokter penyedia layanan apakah sudah mentaati peraturan yang semestinya. mungkin cukup ini saja yang perlu saya katakan semoga ada jalan keluar terbaik demi menyelamatkan aset bangsa yaitu generasi muda..trima kasih..Tetap semangat.

Anonymous said...

yo..podo2 salane,gak adil kl kita cm menyalahkan dokternya sedangkan pihak2 terkait (LSM) jg mengambil kepentingan disana misal:membagi2kan jarum dan mereka jg melakukan pembiaran akan terjadinya penyuntikan..nah, klo bgtu apa peranannya LSM sbg pendamping,artinya jg gak bs berbuat banyak..malah skrg cendrung menyalahkan dokter_nya...lha dari dulu ngapain aja...kang...
bicara soal tanggungjawab moralitas/peran sosial adalah tanggungjwb kita bersama....wis..wis.. ANEH....

mendut team said...

Pembedaan antara wilayah terapi ketergantungan dan penanganan HIV meski itu di wilayah program yg sama. kalo jarum ga di distribusikan, mengingat akan kebutuhan komunitas yg menyuntik, maka tidak akan mencegah prevalansi HIV di kalangan mereka. distribusi jarum ini diharapkan menjangkau seluruh komunitas yg memerlukan jarum tersebut dan skema saat ini sudah bukan berada di LSM yg mendistribusikan, melainkan di puskesmas, pasti rekan anonimous jg sudah mampir ke puskesmas kan??, kalo belum coba deh... btw, kalo lsm melakukan pembiaran ga ada kejadian di klinik subutex dan lsm tidak akan melakukan pendampingan terhadap penyakit yg ditimbulkannya (apakah ini termasuk kategori pembiaran). sedang tanggung jawab bersamanya seperti apa kang??

Anonymous said...

g ada yang bener maupun yang salah
masing-masing berhak dan berkewajiban instropeksi diri masing-masing
dalam setiap perjuangan selalu akan ada korban dan juga membutuhkan pahlawan
saya akan mencoba menjadi pahlawan meski harus menjadi korban atas hal yang akan saya lakukan
kiranya ada pihak yang mendukung saya, meski tidak mendukung secara material, namun saya lebih berharap dukungan doa saja
kiranya perjuangan kita akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik
amin

bambang purnomo said...

SUDAH SAATNYA DOKTER PENJUAL SUBUTEX ATAU SUBUXONE DI TERTIBKAN KARENA SUDAH BANYAK KORBAN
SANGAT IRONI SEKALI PROGRAM YG SEHARUSNYA MENJADI PENANGGULANGAN MALAH BIKIN PERSOALAN BARU DI KALANGAN PENASUN

Post a Comment